PENGGUNAAN KONSELING COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 RANCAH
DOI:
https://doi.org/10.61612/jpn.v2i1.48Keywords:
Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Kecerdasan EmosionalAbstract
Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan mengetahui peningkatan kecerdasan emosional siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Rancah melalui penerapan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) semester II tahun pelajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dan proses perbaikan bimbingan dengan menggunakan dua siklus. Sumber data Penelitian Tindakan Kelas ini adalah hasil hasil isian angket dalam proses peningkatan kecerdasan emosional melalui bimbingan konseling dua siklus. Respondennya adalah kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Rancah yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 17 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: 1). Observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. Pengamatan yang dilakukan dimulai sejak pagi yaitu pada saat masuk sampai dengan pulang sekolah. 2). Tes tertulis, yaitu melaksanakan evaluasi sesudah kegiatan bimbingan konseling untuk mengetahui peningkatan kecerdasan emosional siswa. Bentuk soal berupa angket pilihan ganda. Hasil tes sebelum perbaikan menunjukan nilai tertinggi sebesar 74, nilai terendah sebesar 53 dan rata-rata nilai di kelas sebesar 52,31. Setelah dilakukan bimbingan konseling dengan menggunakan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT), siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata kelas sebesar 67,06, nilai tertinggi sebesar 80 dan nilai terendah sebesar 53. Sedangkan pada pertemuan 2 memperoleh rata-rata kelas sebesar 73,72, nilai tertinggi sebesar 83 dan nilai terendah sebesar 65. Hasil penelitian siklus II pertemuan 1 diperoleh rata-rata kelas sebesar 80,59, dengan nilai tertinggi sebesar 86 dan nilai terkecil sebesar 75. Sedangkan pada pertemuan 2 diperoleh nilai rata-rata sebesar 88,59, nilai tertinggi sebesar 95 dan nilai terendah sebesar 84. Dari hasil tersebut nilai rata-rata kelas , nilai tertinggi dan nilai terendah selalu mengalami kenaikan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat meningkatkan kecerdasan emosional siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Rancah tahun pelajaran 2021/2022.
References
A. Kasandra Oemarjoedi. 2003. Pendekatan Cognitive Behavior Dalam Psikoterapi. Jakarta: Kreativ Media.
Ariyanti., G., Yashinta P. Y. 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Dan Sikap Belajar Matematika Siswa Dalam Pembelajaran Ekspositori. 2: 117-134.
Cherniss, C. D. G. 2001. The Emotionally Intelligent Workplace How to Select for, Measure, and Improve Emotional Intelligence in Individuals, Groups, and Organizations. San Francisco: Jossey-Bass.
Chusnul Maulidyah E.A. 2015. Bimbingan dan Konseling Islam Dengan Cognitive Behavioral Therapy Untuk Mengurangi Kecemasan Akibat Cultur Shock Mahasiswa Dari Malaysia Di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Skripsi: Surabaya : Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Depdiknas RI.
Goleman, Daniel. 2015. Emotional Intelligence : Kecerdasan emosional mengapa EI lebih penting daripada IQ. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Laura A. King terjemahan Brian Marwensdy. 2010. Psikologi Umum Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta : Penerbit Salemba Humanika.
Ike, Yesi dkk. 2016. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan Siswa Kelas Xi Di SMK Negeri 5 Palembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Profit, 3(2), 139–148.
Lusiawati. 2013. Kecerdasan emosi dan penyesuaian diri pada remaja awal yang tinggal di panti asuhan Uswatun Hasanah Samarinda. e-journal Psikologi. 1.2.167-176.
Misnawati, 2016. Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Kecanduan Game Online Pada Siswa-Siswi Di SMP YPS (Yayasan Pendidikan Samarinda). PSIKOBORNEO, 4, pp.312-329.
Sagala, Syaiful. 2010. Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Septinisa. 2017. “Pelaksanaan Pendekatan Konseling Kognitif Perilaku Dalam Meningkatkan Perilaku Belajar Peserta Didik SMP Negeri 11 Bandar Lampung”. Skripsi Fakultas Tarbiyah Jurusan Bimbingan Dan Konseling Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.
Syamsu Yusuf L.N. 2008. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.














