PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP KEMATANGAN SISTEM ETIKA DAN NILAI PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 SINGAPARNA
DOI:
https://doi.org/10.61612/jpn.v2i1.49Keywords:
Kematangan Dalam Sistem Etika dan Nilai, Psychological CapitalAbstract
Pengaruh Psychological Capital terhadap Kematangan Sistem Etika dan Nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological capital terhadap kematangan sistem etika dan nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian sebanyak 424 responden. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik Insidental/Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Psychological Capital Questionnaire (PCQ) dari Luthans, Youssef, & Avolio dan Career Maturity Inventory (CMI) dari Mark L. Savickas & Erik J. Porfeli Psychological Capital lebih mengacu kepada diri individu itu sendiri dan akan menjadi apa individu tersebut ke depannya. Karena berfokus kepada siapa individu tersebut, Psychological Capital dapat mencakup pengetahuan, skill, dan pengalaman. Individu dengan Psychological Capital yang tinggi dapat bertindak dalam “kapasitas yang berbeda-beda” secara fleksibel dan adaptif agar sesuai dengan tuntutan yang ada. Adapun kematangan system etika dan nilai yang meliputi etika pergaulan persahabatan, etika pergaulan percintaan, nilai ajaran agama, nilai norma dan adat istiadat. Item pernyataan berbentuk skala likert. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik statistik analisis regresi sederhana, pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows Versi 24. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif dari psychological capital terhadap kematangan system etika dan nilai peserta didik. Sesuai dengan hasil uji regresi yang telah dilakukan persentase pengaruh Psyhological capital terhadap kematangan system etika dan nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna sebesar 0,394 atau 39.4% sedangkan 60,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Psyhological capital dapat membuat seseorang memiliki cara pandang masalah yang lebih luas.
References
Ari, D., Nugroho, S., Mujiasih, E., & Prihatsanti, U. (2013). Hubungan Antara Psychological Capital dengan Work Engagement pada Karyawan Pt . Bank Mega Regional Area Semarang. Jurnal Psikologi Universitas Diponegoro, 12(2), 191–202.
Amirullah. (2015). Populasi dan Sampel (Pemahaman, Jenis dan Teknik). Metode Penelitian Manajemen, 17(1993), 100–108. https://doi.org/10.1007/BF00353157
Azizah (2013). Kebahagiaan dan Permasalahan di Usia Remaja Tantangan perubahan yang dibawa oleh era globalisasi. 4(2), 295–316.
Bariyyah Hidayati, K., & Farid. M. (2016). Konsep Diri, Adversity Quotient dan Penyesuaian Diri pada Remaja. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 5(02), 137–144. https://doi.org/10.30996/persona.v5i02.730
Creswell, John W. (2012). Reseacrh Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Edisi 4. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Diananda, A. (2020). Psikologi Remaja dan Permasalahannya. Journal Istighna, 1(1), 116–133. https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.
Fadhillah, N., & Faradina, S. (2016). Hubungan Kelekatan Orangtua dengan Kemandirian Remaja SMA di Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Psikologi,1(4),42–51. http://www.jim.unsyiah.ac.id/Psikologi/article/view/1429/761
Fatmawaty, R. (2017). Memahami Psikologi Remaja. Jurnal Reforma, 2(1), 55–65. https://doi.org/10.30736/rfma.v6i2.33
Haryadi, D. D., & Baidun, A. (2016). Pengaruh Psychological Capital dan Kecerdasan. 4(2), 33–54.
Hurlock, Elizabeth., B. (1993). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, Elizabeth., B. (2003). Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga.
Hurlock, Elizabeth., B. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Gramedia.
Jhon W. Santrock. (2002). Adolescence Perkembangan Remaja, Jakarta: Erlangga.
Luthans, F., Avolio, B.J., Avey, J.B., Norman, S.M. (2007). Positive psychological capital: Measurement and relationship with performance and statisfaction. Personnel Psychology, 541-572; Vol. 60.
Luthans, F. et al. (2004). Positive psychological capital: Beyond human and social capital. Business Horizons, 45-50; Vol.47 No. 1.
Marpaung, D. N., & Yulandari, N. (2017). Kematangan Karir Siswa Smu Banda Aceh Ditinjau Dari Jenis Kelamin Dan Jenis Sekolah. Psikoislamedia : Jurnal Psikologi, 1(2), 311–324. https://doi.org/10.22373/psikoislamedia.v1i2.918
Muhidin, S.A., dan Maman, A. (2011). Panduan Praktis Pemahaman Penelitian (Bidang Social Administrasi Pendidikan). Bandung : CV. Pustaka Ceria.
Panti, D. I., Trisna, S., Melania, W., & Olivia, D. (2010). Hubungan antara Locus of Control Internal dan Konsep Diri dengan Kematangan Karier pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Surakarta. Paper. hlm. 4, 1–27.
Papalia, D. E., Old s, S.W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.
Putri, B. K., & Dwiastuti, I. (2020). Gambaran Psychological Capital Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Di Sekolah dengan Sistem Zonasi dalam Penerimaan Siswa baru. Seminar Nasional Dan Call For Paper Psikologi Pendidikan, 246–250.
Sarwono Sarlito W, (2004). Psikologi Remaja, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Syamsu Yusuf, (2011), Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sumargi, A. M., & Kristi, A. N. (2017). Well-Being Orang Tua, Pengasuhan Otoritatif, dan Perilaku Bermasalah pada Remaja. Jurnal Psikologi, 44(3), 185. https://doi.org/10.22146/jpsi.25381
Triyono, Mastur (2014) Materi Layanan Klasik Bimbingan dan Konseling Bidang Sosial, Yogyakarta. Paramitra.
Triyono, Mastur (2014) Materi Layanan Klasik Bimbingan dan Konseling Bidang Pribadi, Yogyakarta. Paramitra.
Triyono, Mastur (2014) Materi Layanan Klasik Bimbingan dan Konseling Bidang Belajar, Yogyakarta. Paramitra.
Triyono, Mastur (2014) Materi Layanan Klasik Bimbingan dan Konseling Bidang Karir, Yogyakarta. Paramitra.
Winkel, W.S. (1997). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT. Gramedia.














