MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL-SOAL HOTS MELALUI BIMBINGAN INDIVIDUAL DI SD NEGERI 5 PANGANDARAN TAHUN 2019

Authors

  • Encih Sarsih SD Negeri 5 Pangandaran Kabupaten Pangandaran

DOI:

https://doi.org/10.61612/jpn.v2i1.50

Keywords:

Kemampuan Guru, Soal-Soal HOTS, Bimbingan Individual

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap instrumen-instrumen penilaian pencapaian kompetensi, yakni butir-butir soal di sekolah  saat melaksanakan Kepala Sekolahan akademik, ditemukan bahwa penyusunan tes dan pengembangan butir soal masih banyak yang tidak valid dan reliabel. Dalam mengadakan ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan semester, guru hanya menyalin soal-soal dari LKS (Lembar Kerja Siswa) dan atau menyalin dari buku-buku lainnya tanpa memperhatikan apakah soal-soal sesuai dengan indikator-indikator dan kompetensi dasar yang telah ditentukan atau tidak. Mereka menyusun tes dan mengembangkan butir soal terkesan asal-asalan tidak sesuai dengan indikator-indikator dan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Dari sini peneliti tertarik untuk melalukan penelitian yang berjudul Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun Soal-Soal HOTS Melalui Bimbingan Individual pada SDN 5 Pangandaran Tahun Pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini adalah dari hasil observasi yang di lakukan pada siklus 1. Dari hasil telaah untuk penyusunan dan pengembagan soal-soal HOTS dari 8 orang guru diperoleh nilai rata-rata 62.5. Dari hasil kuesioner tentang sikap para guru terhadap bimbingan individual 62.5% setuju dan yang masih ragu 37.5%. Ini menunjukkan sikap positif bagi guru terhadap bimbingan individual. Dari siklus 2 hasil telaah untuk penyusunan dan pengembangan soal-soal HOTS diperoleh nilai rata-rata 87.5. Persentase kuesioner sikap positif guru pada pra siklus diperoleh 50% setuju terhadap model pembimbingan melalui bimbingan individual. Hal ini berarti bahwa guru kurang atau tidak menunjukkan respon positif terhadap bimbingan individual. Mereka menganggap bahwa menyusun butir soal tidak perlu bertele-tele yang penting ada. Namun setelah tindakan siklus I dan II melalui bimbingan individual respon positif mereka meningkat menjadi 87.5%. dengan demikian terjaadi peningkatan positif sebesar 37.5%, Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan.

References

Cohen, Dkk Psychological Testing and Assessment: An Introduction to Test and Measurement, second edition.California: Mayfield Publishing Company.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. Alat Penilaian Kemampuan Guru: Buku I. Jakarta: Proyek Pengembangan

Depdikbud. Pengelolaan Pengujian Bagi Guru Mata Pelajaran. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Direktorat Pendidikan MenengahUmum.

Haladyna, Thomas M. Developing and Validating Multiple-choice Test Items. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates,Publisher.

Linn, Robert L. and Gronlund, Norman. Measurement and Assessment in Teaching. (Seventh Edition). Ohio: Prentice-Hall, Inc.

Messick, Samuel Validity. Educational Measurement, Third Edition, ed. Robert L. Linn. New York: American Council oneducation and Macmillan Publishing Company.

Popham, W.James Classroom Assesment: What Teachers Need to Know. Boston: Allyn and Bacon

Suhardjono, A. Azis Hoesein, dkk (1995). Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : Diknas

Suhardjono. Tanya jawab tentang PTK dan PTS. Jakarta : PT Bumi Aksara

Published

2022-06-11

How to Cite

Sarsih, E. (2022). MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN SOAL-SOAL HOTS MELALUI BIMBINGAN INDIVIDUAL DI SD NEGERI 5 PANGANDARAN TAHUN 2019. Jurnal Pelita Nusa: Social and Humaniora, 2(1), 120–132. https://doi.org/10.61612/jpn.v2i1.50