MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI VEKTOR DIMENSI 2 MELALUI TEKNIK PROBING SISWA KELAS X MIA-7 SMA NEGERI 1 SINGAPARNA
DOI:
https://doi.org/10.61612/jpn.v2i2.55Keywords:
Hasil Belajar Matematika, Invers Fungsi Komposisi, Teknik Probing.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada materi Invers fungsi komposisi dari komponen ulangan harian,tugas individu dan tugas kelompok. Selain itu, untuk mengetahui aktivitas siswa selama pembelajaran dan respons siswa melalui teknik probing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI MIA-4SMA Negeri 1 Singaparna Tasikmalaya yang berjumlah 39 orang. Dalam penelitian ini, penulis berkolaborasi dengan guru matematika sebagai observer. Data yang sudah diperoleh dan dianalisis secara statistik. Data tersebut diperoleh melalui ulangan harian,tugas individu dan tugas LKS yang dilaksanakan setiap siklus, lembar observasi dan penyebaran angket. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar ulangan harian siswa pada siklus I rata – rata 61,7, siklus II rata – rata 93,4, hasil tugas individu siswa pada siklus I rata – rata 90,4, siklus II rata – rata 91,1 dan, hasil tugas LKS siswa pada siklus I rata – rata 69,9, silus II rata – rata 95,8. Dengan demikian hasil ulangan harian,tugas individu dan tugas LKS siswa melalui Teknik Probing mengalami peningkatan. Data hasil belajar siswa pada siklus I rata – rata 70,2,sikus II rata – rata 93,4 dengan demikian hasil belajar siswa secara keseluruhan mengalami peningkatan. Data dari aktivitas siswa pada setiap siklus ada yang mengalami peningkatan dan ada yang mengalami penurunan. Aktifitas siswa yang mengalami peningkatan adalah berdiskusi,bertanya,mengemukakan pendapat dan tampil di depan kelas sedangkan yang aktivitas yang mengalami penurunan adalah aktivitas memperhatikan penjelasan guru dan perilaku yang tidak relepan. Responden digolongkan memiliki sikap positip jika X ≥ 3,data angket secara keseluruhan diperoleh rata – rata 3,93 maka penggunaan tenik probing pada materi invers fungsi komposisi mendapat respon yang positip dari siswa.. Strategi pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subyek bukan obyek sudah harus banyak diterapkan disemua jenjang. Melalui strategi yang tepat siswa menjadi tertarik untuk belajar yang lebih baik dan dapat meningkatkan hasil belajar.
References
Depdikbud. (1990). Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas. (2003a). Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika
SMA & MA. Jakarta
Depdiknas. (2003b). Pengembangan sistem Penilaian hasil Belajar Berbasis Kompentensi Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Dediknas
Karso, dkk. (1993). Dasar-dasar pendidikan MIPA. Jakarta
Mulyasa, E. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi (Konsep karakteristik Implementasi). Bandung: Rosdakarya
Russefendi, E. T. (1991a). Penelitian Pendidikan dan Hasil Belajar Siswa Khususnyadalam Penajaran Matematik. Bandung
Suherman, Erman dan Yaya Sukajaya. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi pendidikan Matematika, Bandung:Wijayakusuma 157
Suherman, Eman. (2002). Strategi Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI
Suherman, Eman. (2004). Model-model Pembelajaran Matematika.
Bandung: tidak diterbitkan
Tim Pelatihan Proyek PGSM. (1999). Penelitiann Tindakan Kelas (Classroom action Research). Jakarta: Depdiknas
Wardani, Sri. (2000). Bahan Ajar Kapita Selekta Matematika SMA (2). Tasik: tidak diterbitkan
Widaningsih, Dedeh. (2005). Evaluasi Pendidikan Matematika Berdasarkan Kurikulum 2004. Tasikmalaya:FKIP UNSIL Tasikmalaya














