PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING CHIPS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KIMIA SISWA KELAS XI MIPA 3 SMA NEGERI 1 CIKARANG UTARA
DOI:
https://doi.org/10.61612/jpn.v2i2.56Keywords:
Talking Chips, KimiaAbstract
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini berjudul ”Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chips Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Kimia Siswa Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Cikarang Utara”. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Mata Pelajaran Kimia siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Cikarang Utara melalui penggunaan metode kooperatif tipe Talking Chips. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Cikarang Utara tahun pelajaran 2021/2022 semester I pada Mata Pelajaran Kimia. Jumlah siswa sebanyak 35 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes evaluasi siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata prestasi belajar meningkat dari 64,57 pada pertemuan 1 Siklus I, menjadi 70,86 pada pertemuan 2 Siklus I, menjadi 79,14 pada pertemuan 1 Siklus II dan menjadi 83,43 pada pertemuan 2 siklus II. Sementara dari persentase ketuntasan terjadi peningkatan dari 22,86 % pada pertemuan 1 Siklus I, menjadi 45,71 % pada pertemuan 2 Siklus 1, menjadi 70,86 % pada petemuan 1 Siklus II dan menjadi 88,57 % pada pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kooperatif tipe Talking Chips dapat meningkatkan prestasi belajar Mata Pelajaran Kimia siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 1 Cikarang Utara.
References
Anita Lie. 2008. Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Anwar, Saifuddin. 2005. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Huda, Miftahul. 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Iksan, Mohammad. 2011. “Dukungan sosial pada prestasi dan faktor penyebab kegagalan siswa SMP dan SMA”. Vol 10 No.1.
Kagan, S. dan Kagan, M. 2000. Kagan Cooperative Learning. California: Kagan Publishing.
Makmun, Abin Syamsuddin. 2005. Psikologi Pendidikan. Bandung: Yudhistira.
Masitoh dan Laksmi Dewi. 2009. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia.
Ratnawati, Mila. 1996. Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga, Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Jurnal Anima Vol XI.
Safrizal, Rino. 2011. http://jejaringkimia.blogspot.com/2011/11/animasi-kimia-materi-kekhasan-atom.html. diakses: tgl 23 September 2021.
Sirhan, G. 2007. Learning difficulties in Chemistry: an overview. Journal of Turkish Science Education. 4 (2), hlm. 2-20.
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (Cet. XV). Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya.
T. Bakti Anggoro. 2009. Perbedaan Prestasi Belajar Siswa antara Kelas Umum dan Kelas Olahraga Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang Tua pada Kelas VII SMP N 13 Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: FIK UNY.
Tulus, Tu’u. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Belajar. Jakarta: Grasindo.
Woldeamanuel, M. M., Atagana, H., & Engida, T. 2014. “What Makes Chemistry Difficult?”. Special Issue. 4(2), 31–43.














